Kegiatan Masjid
Ramadhan Malam ke-18: Dampak Makanan bagi Kepribadian
07 Mar 2026 49 tayangan
Kegiatan ceramah Ramadhan malam ke-18 di Masjid mengangkat tema “Dampak Makanan Bagi Kepribadian.” Ceramah disampaikan oleh Ustadz Muhammad Randi Pahsi, S.Sos.
Untuk petugas Shalat Tarawih dipimpin oleh Ustadz Said Kamaluddin sebagai imam. Bertugas sebagai bilal Zaroi dan MC Fian yang memandu jalannya kegiatan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Randi Pahsi menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi manusia tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap sikap dan kepribadian seseorang. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang memerintahkan umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban).
Beliau juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan agar manusia menjaga pola makan, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.
Dalam penyampaiannya, Ustadz turut mengisahkan teladan para ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal yang sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang berasal dari penguasa zalim atau yang tidak jelas kehalalannya, termasuk kisah imam abu Hanifah tentang kambing yang dicuri.
Menjelang akhir ceramah, jamaah diajak untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadhan dengan memperbaiki diri, termasuk menjaga makanan yang dikonsumsi oleh diri sendiri dan keluarga. Diharapkan dengan makanan yang baik dan halal, keluarga serta anak-anak akan mendapat keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
Untuk petugas Shalat Tarawih dipimpin oleh Ustadz Said Kamaluddin sebagai imam. Bertugas sebagai bilal Zaroi dan MC Fian yang memandu jalannya kegiatan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Randi Pahsi menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi manusia tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap sikap dan kepribadian seseorang. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang memerintahkan umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban).
Beliau juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan agar manusia menjaga pola makan, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.
Dalam penyampaiannya, Ustadz turut mengisahkan teladan para ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal yang sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang berasal dari penguasa zalim atau yang tidak jelas kehalalannya, termasuk kisah imam abu Hanifah tentang kambing yang dicuri.
Menjelang akhir ceramah, jamaah diajak untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadhan dengan memperbaiki diri, termasuk menjaga makanan yang dikonsumsi oleh diri sendiri dan keluarga. Diharapkan dengan makanan yang baik dan halal, keluarga serta anak-anak akan mendapat keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
Galeri Foto
Bagikan: