Kegiatan Masjid
Khutbah Idul Fitri: Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua
21 Mar 2026 14 tayangan
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Pada Sholat Idul Fitri Masjid Al- Ihsan, khutbah yang disampaikan oleh Bapak Salman Lubis. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri, terutama dalam hal berbakti kepada kedua orang tua.
Beliau mengingatkan keteladanan Nabi Muhammad yang menegaskan pentingnya menghormati orang tua. Dalam sebuah riwayat, saat beliau menaiki mimbar, Nabi mengucapkan “Āmīn” sebagai bentuk persetujuan atas doa yang berisi peringatan bagi umatnya, termasuk bagi mereka yang masih memiliki orang tua namun tidak berbakti.
Dalam khutbahnya, Salman Lubis juga menegaskan bahwa Islam melarang seorang anak berkata kasar kepada orang tua, bahkan hanya ucapan “ah” sekalipun. Hal ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang tua di sisi Allah SWT.
Beliau juga menggambarkan perjuangan seorang ibu yang dengan penuh kasih sayang mengandung, melahirkan, merawat, hingga membesarkan anak tanpa mengenal lelah. Pengorbanan tersebut menjadi alasan kuat bagi setiap anak untuk senantiasa berbakti dan membalas dengan kebaikan.
Dalam khutbah tersebut, turut disampaikan kisah teladan Uwais al-Qarni, seorang pemuda dari Yaman yang dikenal karena baktinya yang luar biasa kepada ibunya, hingga doanya menjadi mustajab dan namanya dikenal di langit.
Selain itu, kisah Alqamah juga menjadi pelajaran berharga. Ia mengalami kesulitan saat sakaratul maut karena kurang berbakti kepada ibunya. Setelah mendapatkan maaf dari sang ibu, barulah ia mampu mengucapkan kalimat tauhid. Kisah ini menjadi pengingat bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua.
Sebagai penutup, jamaah diajak untuk terus berdoa agar menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, serta meraih husnul khatimah di akhir kehidupan.
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Pada Sholat Idul Fitri Masjid Al- Ihsan, khutbah yang disampaikan oleh Bapak Salman Lubis. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri, terutama dalam hal berbakti kepada kedua orang tua.
Beliau mengingatkan keteladanan Nabi Muhammad yang menegaskan pentingnya menghormati orang tua. Dalam sebuah riwayat, saat beliau menaiki mimbar, Nabi mengucapkan “Āmīn” sebagai bentuk persetujuan atas doa yang berisi peringatan bagi umatnya, termasuk bagi mereka yang masih memiliki orang tua namun tidak berbakti.
Dalam khutbahnya, Salman Lubis juga menegaskan bahwa Islam melarang seorang anak berkata kasar kepada orang tua, bahkan hanya ucapan “ah” sekalipun. Hal ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang tua di sisi Allah SWT.
Beliau juga menggambarkan perjuangan seorang ibu yang dengan penuh kasih sayang mengandung, melahirkan, merawat, hingga membesarkan anak tanpa mengenal lelah. Pengorbanan tersebut menjadi alasan kuat bagi setiap anak untuk senantiasa berbakti dan membalas dengan kebaikan.
Dalam khutbah tersebut, turut disampaikan kisah teladan Uwais al-Qarni, seorang pemuda dari Yaman yang dikenal karena baktinya yang luar biasa kepada ibunya, hingga doanya menjadi mustajab dan namanya dikenal di langit.
Selain itu, kisah Alqamah juga menjadi pelajaran berharga. Ia mengalami kesulitan saat sakaratul maut karena kurang berbakti kepada ibunya. Setelah mendapatkan maaf dari sang ibu, barulah ia mampu mengucapkan kalimat tauhid. Kisah ini menjadi pengingat bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua.
Sebagai penutup, jamaah diajak untuk terus berdoa agar menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, serta meraih husnul khatimah di akhir kehidupan.
Galeri Foto
Bagikan: